Rabu, September 24, 2008

Manual Variabel Data Base Susenas 2001


Secara terperinci setiap data susenas bersumber BPS memiliki 2 kelompok data yaitu data KOR dan MODUL. Ketersediaan variabel di setiap kelompok data dapat di informasikan menjadi sebuah tulisan yang dapat membantu pengguna data. Setiap tahun data susenas memiliki kecenderungan yang sama terhadap variabel yang di teliti, sehingga baik apabila perincian variabel dapat di tulis menjadi materi sederhana yang bertujuan untuk mempermudah pengguna data.


Isi Database Pertanyaan Individu Susenas (KOR)

(nama File kor01ind.dta)

Susenas 2001

  1. Kode Wilayah (k1r1-k1r8)
  2. Keterangan Individu (k4r7-k4r17)
  3. Keterangan Pedidikan (umur > 5 Thn) (k5r1-k5r10)
  4. Keterangan ART yang bekerja

(1) Jumlah Jam kerja, (2) Lapangan Pekerjaan, (3) Jenis Pekerjaan, (4) Status dalam pekerjaan , (5) Pendapatan, (6) Upah berupa Uang dan Barang (k5r11-k5r16)

  1. Keterangan Kesehatan (Semua Umur)

(1) Keluhan 1 bln terakhir, (2) Berobat Sendiri, (3) Berobat Jalan, (4) Berobat Rawat Inap (Kemana, Biaya, Sumber Biaya, Kepuasan), (5) Konsultasi (k5r16-k5r27)

  1. Kesehatan Balita meliputi (1) Umur, (2) Penolong persalinan, (3) Kunjungan ke posyandu, (4) pelayanan terakhir yang di peroleh, (5) Pemberian Asi. (k7r28-k7r32)
  2. Kesehatan Bayi meliputi (1) pemberian Asi 24 Jam terakhir, (2) Pemberian makanan tambahan (k7r33-k7r34)
  3. Kebiasaan Merokok (>= 10 Thn ) (k7r35-k7r38)

Isi Database Pertanyaan Rumah Tangga Susenas (KOR)

(nama File kor01rmh.dta)

Susenas 2001

1. Kode Wilayah (k1r1-k1r8)

2. Perumahan dan Pemukiman

- Penguasaan Tempat Tinggal (k6r1-k6r5)

- Kondisi Fisik Bangunan (k6r6- k6r11)

3. Pengeluaran Rumah Tangga

- Pengeluaran Pangan (k7r1-k7r16)

- Pengeluaran Non Pangan (k7r17-k7r28)

Ki Hariyadi

Praktisi Statistik dan Pengguna Data Susenas sejak 1999

Pusat Manajemen Pelayanan Kesehatan (PMPK)

Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Email: kihariyadi@yahoo.com

Manual Variabel Data Base Susenas 2001


Secara terperinci setiap data susenas bersumber BPS memiliki 2 kelompok data yaitu data KOR dan MODUL. Ketersediaan variabel di setiap kelompok data dapat di informasikan menjadi sebuah tulisan yang dapat membantu pengguna data. Setiap tahun data susenas memiliki kecenderungan yang sama terhadap variabel yang di teliti, sehingga baik apabila perincian variabel dapat di tulis menjadi materi sederhana yang bertujuan untuk mempermudah pengguna data.


Isi Database Pertanyaan Individu Susenas (KOR)

(nama File kor01ind.dta)

Susenas 2001

  1. Kode Wilayah (k1r1-k1r8)
  2. Keterangan Individu (k4r7-k4r17)
  3. Keterangan Pedidikan (umur > 5 Thn) (k5r1-k5r10)
  4. Keterangan ART yang bekerja

(1) Jumlah Jam kerja, (2) Lapangan Pekerjaan, (3) Jenis Pekerjaan, (4) Status dalam pekerjaan , (5) Pendapatan, (6) Upah berupa Uang dan Barang (k5r11-k5r16)

  1. Keterangan Kesehatan (Semua Umur)

(1) Keluhan 1 bln terakhir, (2) Berobat Sendiri, (3) Berobat Jalan, (4) Berobat Rawat Inap (Kemana, Biaya, Sumber Biaya, Kepuasan), (5) Konsultasi (k5r16-k5r27)

  1. Kesehatan Balita meliputi (1) Umur, (2) Penolong persalinan, (3) Kunjungan ke posyandu, (4) pelayanan terakhir yang di peroleh, (5) Pemberian Asi. (k7r28-k7r32)
  2. Kesehatan Bayi meliputi (1) pemberian Asi 24 Jam terakhir, (2) Pemberian makanan tambahan (k7r33-k7r34)
  3. Kebiasaan Merokok (>= 10 Thn ) (k7r35-k7r38)

Isi Database Pertanyaan Rumah Tangga Susenas (KOR)

(nama File kor01rmh.dta)

Susenas 2001

1. Kode Wilayah (k1r1-k1r8)

2. Perumahan dan Pemukiman

- Penguasaan Tempat Tinggal (k6r1-k6r5)

- Kondisi Fisik Bangunan (k6r6- k6r11)

3. Pengeluaran Rumah Tangga

- Pengeluaran Pangan (k7r1-k7r16)

- Pengeluaran Non Pangan (k7r17-k7r28)

Ki Hariyadi

Rabu, Agustus 27, 2008

Mengenal Epi Info 2000

Epi Info 2000 atau Epi Info Versi 3.2.2

Epi Info (TM) merupakan program Data Base dan Statistik yang disiapkan untuk profesional di Bidang Kesehatan masyarakat. Program ini dapat digunakan untuk keperluan (1) investigasi dalam memecahkan permasalahan, (2) manajemen data surveilans atau hal lain di bidang Kesehatan Masyarakat, (3) manajemen data secara umum dan (4) aplikasi statistik.

Epi Info(TM) adalah program untuk publik dan disediakan secara bebas untuk dipakai, dicopy, diterjemahkan dan didistribusikan. “Epi Info” adalah merek dari the Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

Program Epi Info adalah program yang dibuat berbasis grafis. Basis sistem operasi Windows. Kemampuan visual yang dimiliki membuat pemakainya lebih cepat belajar menggunakan fasilitas yang ada di dalam program ini (misal Manajemen Data, Komputasi dan Pengolahan Data). Epi Info terbaru adalah versi 3.3.2. yang dirilis Februari, 2005

Demikian tulisan pertama mengenai Epi Info.. tunggu lanjutannya
Salam

Senin, Juni 02, 2008

Metode Quantum Teaching

Cerahkan Dunia Pendidikan Dengan Metode Quantum Teaching

Oleh: Rasyid Ridho


Seiring perkembangan zaman, dunia pendidikan juga memerlukan berbagai inovasi. Hal itu penting dilakukan untuk kemajuan kualitas pendidikan, tidak hanya pada tataran teori tapi sudah bisa diarahkan kepada hal yang bersifat fraksis.

Diakui atau tidak (meski masih belum ada penelitian konkret), banyak yang merasa sistem pendidikan terutama proses belajar mengajar, membosankan. Dalam sebuah situs di Internet ditulis, fakta yang terjadi akhir-akhir ini ada banyak keluhan murid tentang pendidikan. Di antaranya, murid menganggap pendidikan saat ini kurang memberikan kebebasan berpikir, banyak hapalan, mata pelajaran banyak mengejar kurikulum, mengajarkan pengetahuan bukan keterampilan, dan banyak mengajarkan logika tanpa melibatkan emosi.

Seiring dengan perkembangan dunia pendidikan, ditemukan sebuah pendekatan pengajaran yang disebut denganQuantum Teaching, dikembangkan oleh seorang guru dalam pembelajaran. Quantum Teaching sendiri berawal dari sebuah upaya Dr Georgi Lozanov, pendidik asal Bulgaria, yang bereksperimen dengan suggestology. Prinsipnya, sugesti dapat dan pasti mempengaruhi hasil belajar.

Pada perkembangan selanjutnya, Bobbi de Porter (penulis buku Best SellerQuantum Learning dan Quantum Teaching), murid Lozanov, dan Mike Hernacki, mantan guru dan penulis, mengembangkan konsep Lozanov menjadi Quantum Learning. Metode belajar ini diadopsi dari beberapa teori. Antara lain sugesti, teori otak kanan dan kiri, teori otak triune, pilihan modalitas (visual, auditorial, dan kinestetik) dan pendidikan holistik.

Konsep itu sukses diterapkan di Super Camp, lembaga kursus yang dibangun de Porter. Dilakukan sebuah penelitian untuk disertasi doktroral pada 1991, yang melibatkan sekitar 6.042 responden. Dari penelitian itu, Super Camp berhasil mendongkrak potensi psikis siswa. Antara lain peningkatan motivasi 80 persen, nilai belajar 73 persen, dan memperbesar keyakinan diri 81 persen.

Sekolah yang didirikan de Porter itu, menjadi pusat percontohan tempat metode Quantum dipraktikkan. Remaja, karyawan, eksekutif perusahaan, menjadi murid di sekolah ini. Tujuannya satu: menjadi manusia baru. Pada akhirnya Quantum Learning itu kembali disempurnakan menjadi Quantum Teaching. Itulah sebabnya Jack Canfielf, penulis buku Chicken Soup of the Soul mengatakan, metode ini akan mengobarkan kembali api yang ada di dalam diri Anda.

Quantum Teaching bahkan menggugat cara mengajar yang selama ini dilakukan secara ‘turun temurun’.

Persamaan Quantum Teaching ini diibaratkan mengikuti konsep Fisika Quantum yaitu:

E = mc2

E = Energi (antusiasme, efektivitas belajar-mengajar,semangat)

M = massa (semua individu yang terlibat, situasi, materi, fisik)

c = interaksi (hubungan yang tercipta di kelas)

Berdasarkan persamaan ini dapat dipahami, interaksi serta proses pembelajaran yang tercipta akan berpengaruh besar sekali terhadap efektivitas dan antusiasme belajar pada peserta didik.

Kata Quantum sendiri berarti interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya. Jadi Quantum Teaching menciptakan lingkungan belajar yang efektif, dengan cara menggunakan unsur yang ada pada siswa dan lingkungan belajarnya melalui interaksi yang terjadi di dalam kelas.

Bila metode ini diterapkan, maka guru akan lebih mencintai dan lebih berhasil dalam memberikan materi serta lebih dicintai anak didik karena guru mengoptimalkan berbagai metode.

Apalagi dalam Quantum Teaching ada istilah ‘Bawalah dunia mereka ke dunia kita, dan hantarlah dunia kita ke dunia mereka’. Hal ini menunjukkan, betapa pengajara dengan Quantum Teaching tidak hanya menawarkan materi yang mesti dipelajari siswa. Tetapi jauh dari itu, siswa juga diajarkan bagaimana menciptakan hubungan emosional yang baik dalam dan ketika belajar.

Selain itu, ada beberapa prinsip Quantum Teaching, yaitu:

  1. Segalanya berbicara, lingkungan kelas, bahasa tubuh, dan bahan pelajaran semuanya menyampaikan pesan tentang belajar.
  2. Segalanya bertujuan, siswa diberi tahu apa tujuan mereka mempelajari materi yang kita ajarkan.
  3. Pengalaman sebelum konsep, dari pengalaman guru dan siswa diperoleh banyak konsep.
  4. Akui setiap usaha, menghargai usaha siswa sekecil apa pun.
  5. Jika layak dipelajari, layak pula dirayakan, kita harus memberi pujian pada siswa yang terlibat aktif pada pelajaran kita. Misalnya saja dengan memberi tepuk tangan, berkata: bagus!, baik!, dll.

Lebih jauh, dunia pendidikan akan semakin maju ke depannya. Sebab, Quantum Teaching akan membantu siswa dalam menumbuhkan minat siswa untuk terus belajar dengan semangat. Apalagi Quantum Teaching juga sangat menekankan pada pentingnya bahasa tubuh. Seperti tersenyum, bahu tegak, kepala ke atas, mengadakan kontak mata dengan siswa dan lain-lain. Humor yang bertujuan agar KBM tidak membosankan.

Guru juga perlu memiliki Emotional Intelligence, yaitu kemampuan kita untuk matang mengelola emosi.

Alumnus Fakultas Tarbiyah IAIN Antasari,
tinggal di Banjarmasin
e-mail:
rasyid_ridho12@yahoo.com

Free Web Counters
DSL ISP Service